GP Ansor Ponorogo Serukan Pilkada Damai, Tolak Keras Black Campaign
Ponorogo - Persaingan ketat ditunjukkan antar Paslon merebut hati pemilih dalam perhelatan Pilkada Ponorogo 2020. Pesta Rakyat yang digelar 5 tahunan itu diharapkan bisa berlangsung secara aman, damai, jujur dan adil.
Ketua GP Ansor Ponorogo, Syamsul Maarif, Sabtu (21/11/2010) mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada Ponorogo dalam rangka mewujudkan Demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
Pihaknya menolak keras segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, adu domba karena hanya akan menciderai kualitas demokrasi yang berlangsung di Kabupaten Ponorogo.
Beberapa point pernyataan sikap GP Ansor Ponorogo yaitu;
1. Mengajak semua pihak, para kontestan, para pemuda dan masyarakat Ponorogo secara umum dalam menjalani tahapan Pilbup Ponorogo 2020 ini senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan, mengembangkan dan merawat guyub rukun yang menjadi ciri khas masyarakat Ponorogo terlebih bangsa Indonesia, apalagi di tengah keprihatinan pandemi covid-19 persatuan dan kesatuan bangsa, kerukunan masyarakat harus kita kedepankan.
2. Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo mengajak segenap masyarakat Ponorogo bersama-sama bergotong royong berikhtiar melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan Demokrasi yang berkualitas dan Pilbup Ponorogo 2020 yang bermartabat dengan cara melakukan kampanye kampanye positif yang mengedepankan program-program dan gagasan yang baik bermanfaat secara luas bagi masyarakat Ponorogo.
3. Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo menolak keras segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, adu domba khususnya dalam tahapan kampanye Pilbup Ponorogo 2020. Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo meyakini bahwa segala bentuk hal yang merusak pasti akan menghasilkan hal yang tidak baik dan segala akibat baik dan buruknya yang paling merasakan adalah masyarakat Ponorogo dan kita semuanya.
4. Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo mengajak kepada segenap masyarakat Ponorogo untuk membentengi diri serta menjaga keluarga, masyarakat, lingkungan dan desanya dari segala bentuk adu domba dari kampanye hitam, ujaran kebencian dan semua hal-hal yang merusak. Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo meyakini bahwa substansi pemilihan langsung adalah upaya kita untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik bermartabat dan bermanfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Pemimpin yang baik harus dilahirkan dengan proses demokrasi yang baik dan proses demokrasi yang dipenuhi dengan adu domba, kampanye hitam dan ujaran kebencian hanya akan menimbulkan kerusakan dan meninggalkan residu berkepanjangan yang sangat merusak peradaban yang kita bangun selama ini.
5. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo menginstruksikan kepada segenap kader dan anggota Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo, sahabat-sahabat Banser untuk menjadi pengawal demokrasi menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat, membentengi dari hal hal yang merusak.
6. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo juga mengajak kepada seluruh kader Ansor Banser dan segenap masyarakat Ponorogo, selain melakukan upaya-upaya lahir juga terus melakukan upaya-upaya batiniyah meningkatkan spiritualitas dengan memperbanyak berdoa, Istighosah yang dilakukan secara bersama-sama maupun pribadi pribadi untuk memohon kepada Allah SWT, agar proses Pilbup Ponorogo 2020 senantiasa diberikan keberkahan terhindar dari malapetaka serta pada akhirnya menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Ponorogo sebagaimana cita-cita luhur para pendiri bangsa yang kita cintai ini.
Lebih lanjut, Syamsul Maarif mengajak untuk menjaga dan merawat Ponorogo, melalui kegiatan Pilkada bersama-sama mensukseskan dan menciptakan situasi tetap aman kondusif serta demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
"Ponorogo adalah rumah besar kita, GP Ansor Ponorogo mengajak, Mari kita jaga dan rawat rumah kita dengan cara menciptakan Pilbup Ponorogo 2020 yang berkualitas jauh dari segala bentuk black campaign, sehingga melahirkan pemimpin yang baik, bermartabat dan mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Ponorogo," pungkasnya. (***)